pusar bodong

Pusar Bodong Pada Bayi

pusar bodongPusar bodong pada bayi dikenal dalm istilah kedokteran sebagai hernia umbilicalis. Disebut pusar bodong karena bentuk pusar (umbilical ring) yang seharusnya rata dengan perut, malah menonjol. Kata “bodong” diambil dari bahasa jawa yang berarti muncul atau menonjol.  usus menjorok lewat bukaan pada otot perut sehingga pusar tampak menonjol keluar. Biasanya, pusar bodong terjadi setelah ari-ari puput pada bayi baru lahir (neonatus) namun tidak semua bayi mengalami hernia umbilicalis.

Penampakan pusar bodong (hernia umbilikalis)

Pusar yang tampak menonjol keluar sebenarnya adalah usus yang menjorok mendorong lewat bukaan pada otot perut. Tonjolan pusar bodong bisa dari diameter 1- 5 cm. tonjolan semakin kentara ketika bayi menangis, mengejan atau batuk dan Nampak mengecil ketika bayi sedang tenang.

Penyebab pusar bodong

Pusar bodong disebabkan oleh masih lemahnya jaringan ikat di bawah perut yang melingkari pusar. Asalnya pusar adalah pembuluh darah (arteri dan vena umbilikalis) yang menghubungkan darah ibu dan janin di dalam rahim untuk mendapatkan suplai makanan dan oksigen. Setelah lahir, pembuluh darah itu dipotong dan menyisakan beberapa sentimeter tali pusat. Dalam 1-2 pekan, sisa tali pusat tersebut mengering dan lepas dengan sendirinya (puput), sehingga yang tersisa hanya pusar. Bayi yang baru puput, tampilan pusarnya memang menonjol, namun pada beberapa bayi tonjolan itu lebih besar akibat penutupan cincin pusar oleh jaringan ikat di bagian dalam pusar tidak sempurna.

Kondisi ini terjadi pada saat proses pertumbuhan organ janin pada trimester pertama kehamilan. Bodong pada bayi terjadi karena selama kehamilan tali pusat melewati lubang kecil yang terbuka pada otot perut bayi. Namun jika lubangnya tidak menutup dan otot di perut tidak bergabung secara sempurna di garis tengah perut, dinding perut akan melemah dan bisa menyebabkan munculnya bodong pada saat lahir atau di kemudian hari.

Bayi yang alergi susu sapi atau formula lebih sering mengalami pusar menonjol jika terlalu banyak menangis atau ‘ngulet’. Atau, pada bayi ASI yang sensitif serta memiliki bakat alergi terhadap makanan yang dikonsumsi ibunya. Misal, makanan laut, cokelat, telur, kacang tanah, serta produk makanan yang mengandung susu.

Factor lain yang mempengaruhi adalah factor genetic. Adanya factor genetic dapat diketahui jika pusar bodong terus berlanjut selepas bayi berusia  4-5 tahun.

Apakah pusar bodong menandakan penyakit?

Walaupun tidak semua bayi mengalami pusar bodong (hernia umbilikakis),  kondisi ini bukanlah penyakit ataupun tanda adanya penyakit. Ini hanyalah kondisi variasi fisik yang normal. Kabar baiknya bahwa tonjolan pada pusar akan masuk ke dalam perut dengan sendirinya tanpa tindakan apapun.

Umumnya bodong pada anak akan hilang saat berusia sekitar 2 tahun. Jika diameternya lebih kecil dari 0,5 cm, bodong itu akan menutup sendiri pada usia kurang dari 2 tahun. Bodong berdiameter 0,5-1,5 cm biasanya menutup sebelum berusia 4 tahun dan jika diameternya lebih kecil dari 2 cm masih mungkin menutup pada usia 6 tahun.

Mitos seputar Pusar Bodong

-          Pakai gurita bayi mencegah bodong
Fakta:  Salah
Pemakaian gurita sebaiknya dihindari karena membuat bayi lebih susah bernapas. Pasalnya, pada awal kehidupan, bayi bernapas dengan menggunakan pernapasan perut sebelum ia belajar menggunakan pernapasan dada. Pemakaian gurita yang menekan perut bisa membatasi jumlah udara yang dihirupnya.

-          Pusar ditempel uang logam supaya tidak bodong
Fakta: Salah
Pusar menonjol atau sering diistilahkan bodong pada bayi adalah kondisi yang wajar. Seiring bertambah kuatnya dinding perut, bentuk pusar juga akan mengalami perubahan.

 

Apa yang harus dilakukan terhadap pusar yang bodong?

Menutup/ menekan pusar dengan koin, pemakaian gurita untuk mengatasi pusar bodong sangatlah tidak dianjurkan. Tindakan ini selain tidak bermanfaat justru berpotensi menambah masalah kesehatan baru bagi bayi.

Tindakan terbaik mengatasi kasus ini adalh tidak melakukan apa-apa karena (sekali lagi) kondisi ini adlh normal dan tonjolan akan masuk dengan sendirinya seiring pertumbuhan bayi.

Adapun tindakan medis yang diambil harus memenuhi keadaan tertentu. Operasi  pada anak-anak hanya boleh dilakukan jika: bodongnya terasa sakit, diameter bodongnya lebih besar dari 1,5 cm, ukurannya tidak menyusut setelah 6-12 bulan, tidak menghilang hingga berusia 3 tahun dan terjebak atau memblokir usus.

Tindakan bedah bisa juga diambil dengan alasan estetika apabila bodong tidak masuk setelah anak berumur 6 tahun.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>